terus seandainya dia mengatakan "maaf untuk tidak memperjuangkanmu, seharusnya aku bisa melakukannya agar tidak melihatmu tersiksa seperti ini, maaf karena hatiku terlalu sakit saat melihat cincin darinya melingkar dijarimu, dan hari ini kau menangis dipelukanku, menangisi betapa sakitnya hatimu disakiti olehnya" lalu apa yang bisa kau lakukan kalau seandainya kau benar memperjuangkanku? apa kau akan menarikku pergi jauh dari ini semua? apa kau sanggup dengan semua konsekuensi yang akan terjadi dimasa mendatang? dari keluarga kita dan dari kita sendiri? apa kita sanggup?
jangan mengatakan hal hal yang belum pasti kau tau jawabannya, ini bukanlah sesuatu hal yang bisa kau dan aku tangani sendiri, kita hidup dimana adat budaya dan agama masih menjadi tuan rumah dari kehidupan kita. aku berpikir keras selama ini setelah kau mengutarakan kalimat "manis" yang menghentikan jantungku sejenak, yang membuatku tak bisa berkata kata. lalu apa yang bisa kau lakukan? apa kau mau mengajaknya masuk dalam khayalanmu? bagaimanapun keadaannya., kita memang tidak akan bisa kemana mana, kita hanya bisa sampai di sini, karena sekuat apapun aku mencoba untuk keluar, akan banyak sekali orang yang tersakiti, dan aku tidak cukup kuat menjalani itu semua. kau ingin menemaniku menjalani ini? apa kau sanggup? dengan semua drama yang kujalani bertahun tahun? aku hidup dari keluarga yang tidak sederhana, keluarga yang tidak pernah ada diskusi, dan aku ada dari kehormatan keluarga besar ini. lalu apa yang bisa kau lakukan untuk memperjuangkanku?
***
sampai saat ini aku tidak pernah percaya dengan kalimat "aku tak punya pilihan". kau selalu punya pilihan, bahkan saat kau tak memilih apapun juga adalah sebuah pilihan. pilihan untuk sebuah urusan rasa kira kira hanya dua. bertahan atau pergi. tidak pernah ada kompromi untuk sebuah pilihan yang berkaitan dengan rasa, kau hanya perlu sebuah keberanian untuk memilih salah satu diantara keduanya. kalau hubunganmu baik-baik saja, lanjutkan adalah sebuah pilihan manis yang harus dijalani. dihubungan toxic sedikit lebih bimbang antara dua pilihan ini,. ada orang yang masih benar benar mengatasnamakan perasaan dengan memilih untuk tetap bertahan berharap semua akan manis seperti yang dipikirkan, dan ada juga orang yang mengatasnamakan perasaannya untuk lebih berani kehilangan semuanya dan pergi. yang sudah dipilih adalah sebuah tanggung jawab, kau harus berani beranggungjawab untuk semuanya, apapun hasil akhirnya.
aku pernah berada dalam suatu pilihan sulit, dan banyak sekali masukan yang datang menyuruhku untuk pergi meninggalkan perasaanku jauh di belakang, aku berada diantara dua pilihan itu, mungkin jika kau jadi aku, kau akan langsung memilih pergi dari pada akan terluka lebih dalam. tapi aku memilih untuk tetap tinggal, aku memilih untuk bertanggung jawab dengan semua yang sudah ku pilih, untuk menata semuanya dari awal, dan membuat semuanya indah, memberikan harapan manis diawal dan meninggalkan kenyataan pahit jauh tak terlihat dibelakang sana. aku sangat sangat menikmati prosesnya, bahkan saat luka itu semakin digali. dan aku sampai dititik bahwa tanggung jawabku sudah selesai untuk membuktikan ke diriku sendiri bahwa aku tidak salah memilih untuk tetap tinggal. aku banyak belajar dari pilihanku yang pertama dan aku merasa aku sudah punya segudang ilmu dan memilih untuk lulus dan pergi.
aku pernah berpikir bahwa kenapa mereka yang tersakiti tidak semerta langsung pergi? kenapa mereka mau untuk menahasn sakit dan mengatas namakan perasaan? kenapa mereka tidak menggunakan logika mereka untuk hal hal seperti ini? kau tau kenapa? karena kau tidak akan pernah bisa tau isi sebuah buku hanya dengan membaca halaman pertama.
kenapa kau terus membaca buku atau menonton sebuah film sampai selesai walaupun kau tau ini akan menyakitkan? karena kau tidak mendapatkan nilai jika hanya menmbaca selembar atau menonton hanya 10 menit.
sepertinya penjelasann ini terlalu berlebihan dan tidak membantu.
mari aku persempit.
seseorang akan bisa banyak belajar jika dy mengalami sesuatu yang buruk sampai dibatas yang ia tentukan. itulah kenapa orang bisa bertahan dalam hubungan yang toxic, karena ia punya batas yang sangat besar dan ia merasa belum cukup banyak belajar dari semua yang ia alami. akan tiba waktunya untuk pergi jika sudah melampaui batas yang ia tentukan. dan tanpa dy sadara, ia sudah memilih dua pilihan dalam hidupnya. bertahan dan pergi.
dan untuk kita semua, jangan pernah menyuruh seseorang untuk pergi jika kita tidak tau sampai dimana batas ia bisa menerima semuanya
***
banyak hal yang sudah terjadi akhir akhir ini, satu hal yang selalu ku pegang erat selama ini bahwa komunikasi adalah dewa dari semua relasi. komunikasi berbanding lurus dengan relasi. semakin baik komunikasi, berarti relasinya bagus. dan sebaliknya
bagaimana berkomunikasi yg baik menurut kamu?
Komentar
Posting Komentar